Setiap beberapa bulan, saya berangkat ke AS, yang membuat orang bertanya-tanya mengapa saya begitu sering pergi. Perjalanan saya selalu untuk bertemu dengan guru spiritual saya, Maaji, yang tinggal di AS. Saya akan selalu kembali dengan pikiran jernih dan pijakan yang pasti.
(Every few months, I would take off to the U.S., which had people wondering why I went away so often. My trips were always to meet my spiritual guru, Maaji, who is based in the U.S. I would always come back with clear mind and sure footing.)
Kutipan ini menyoroti pentingnya latihan spiritual yang berkelanjutan dan upaya mencapai kejernihan batin. Kunjungan rutin ke pembimbing spiritual berfungsi sebagai sarana untuk terhubung kembali, berefleksi, dan mendapatkan perspektif dalam dunia yang sering kali kacau balau. Rutinitas khusus seperti itu menunjukkan bahwa pertumbuhan pribadi dan stabilitas mental dicapai melalui komitmen terhadap pengasuhan spiritual. Merangkul perjalanan berkelanjutan ini menumbuhkan ketahanan dan tujuan, mengingatkan kita bahwa kedamaian batin adalah sebuah proses yang berkembang dan bukan titik akhir yang tetap.