Setiap anak mempunyai mainan yang mereka yakini sebagai sahabatnya, yang mereka yakini bisa berkomunikasi dengan mereka, dan mereka membayangkan mainan itu hidup, mainan kuda atau mobil atau apa pun itu. Stop - motion adalah satu - satunya media di mana kita benar - benar dapat membuat mainan menjadi hidup, menjadi objek nyata.

Setiap anak mempunyai mainan yang mereka yakini sebagai sahabatnya, yang mereka yakini bisa berkomunikasi dengan mereka, dan mereka membayangkan mainan itu hidup, mainan kuda atau mobil atau apa pun itu. Stop - motion adalah satu - satunya media di mana kita benar - benar dapat membuat mainan menjadi hidup, menjadi objek nyata.


(Every kid has a toy that they believe is their best friend, that they believe communicates with them, and they imagine it being alive, their toy horse or car or whatever it is. Stop - motion is the only medium where we literally can make a toy come to life, an actual object.)

📖 Henry Selick

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menggali dunia imajinatif anak-anak dan bagaimana mainan mereka mewujudkan lebih dari sekedar benda mati—mereka menjadi teman, orang kepercayaan, dan bahkan perpanjangan dari kepribadian mereka sendiri. Sentimen ini menyoroti kreativitas murni dan tanpa filter yang dimiliki anak-anak, di mana sebuah mainan sederhana dapat melampaui sifat materialnya dan mengambil kehidupannya sendiri dalam pikiran anak. Proses animasi, khususnya stop-motion, secara unik cocok untuk menangkap keajaiban ini, karena melibatkan kerja keras untuk menghidupkan objek statis bingkai demi bingkai. Tidak seperti animasi digital, stop-motion mempertahankan kualitas nyata buatan tangan, membangkitkan rasa nostalgia dan keaslian. Hal ini mengingatkan kita bahwa tindakan menganimasikan sebuah mainan bukan sekedar proses teknis melainkan sebuah bentuk penceritaan yang menjembatani realitas dan imajinasi. Dalam arti yang lebih luas, kutipan ini menggarisbawahi pentingnya permainan dan imajinasi dalam perkembangan manusia. Mainan lebih dari sekedar hiburan; mereka berfungsi sebagai alat yang menumbuhkan kreativitas, empati, dan ekspresi emosional. Selain itu, kemampuan untuk menghidupkan objek-objek ini melalui stop-motion menawarkan metafora mendalam tentang bagaimana seni dan penceritaan dapat menghidupkan dunia batin kita dan mengekspresikan emosi yang kompleks. Hal ini mengundang kita untuk merenungkan bagaimana kita semua, pada tingkat tertentu, berupaya menghidupkan ide, impian, dan aspirasi kita sendiri, memberi bentuk dan gerak pada hal-hal yang mungkin tidak ada artinya. Pada akhirnya, kutipan tersebut menyentuh keinginan manusia yang tak lekang oleh waktu untuk menciptakan dan mewujudkan visi batin kita, baik melalui mainan, seni, atau film.

Page views
32
Pembaruan
Juli 16, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.