Setiap orang tua pada suatu saat adalah ayah dari anak hilang yang tidak bisa berbuat apa-apa selain tetap menjaga rumahnya tetap terbuka untuk harapan.

Setiap orang tua pada suatu saat adalah ayah dari anak hilang yang tidak bisa berbuat apa-apa selain tetap menjaga rumahnya tetap terbuka untuk harapan.


(Every parent is at some time the father of the unreturned prodigal with nothing to do but keep his house open to hope.)

πŸ“– John Ciardi

🌍 Bahasa inggris

πŸŽ‚ June 24, 1916  β€“  ⚰️ March 30, 1986
(0 Ulasan)

Kutipan John Ciardi sangat selaras dengan pengalaman universal dalam mengasuh anak, mencerminkan perpaduan antara kesabaran, iman, dan cinta tanpa syarat yang mendefinisikan hubungan antara orang tua dan anak-anak mereka. Gambaran tentang "anak hilang yang tidak kembali" membangkitkan perumpamaan alkitabiah tentang anak yang hilang, seorang anak yang meninggalkan rumah, hanya untuk kembali bertobat setelah melewati masa percobaan dan kesalahan. Ciardi memperluas metafora ini untuk mencakup kebenaran yang lebih luas tentang mengasuh anak: ada saat-saat ketika perjalanan anak menjauh dari keamanan atau persetujuan rumah, dan orang tua kemudian harus mengandalkan harapan daripada kendali atau kepastian.

Kutipan ini dengan tajam menggambarkan ketegangan emosional yang dialami orang tua – terjebak antara keinginan untuk melindungi dan kebutuhan untuk memberikan kebebasan. "Rumah terbuka bagi harapan" adalah simbol kuat cinta abadi dan pengampunan. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun ada kekecewaan atau ketakutan akan kehilangan, rumah orang tua tetap menjadi tempat perlindungan, dengan sabar menunggu kembalinya anak, secara fisik atau metaforis, ke dalam keluarga dan rasa memiliki.

Merenungkan kutipan ini mengajak kita untuk mempertimbangkan tidak hanya peran orang tua tetapi juga dinamika kepercayaan dan ketahanan dalam hubungan antarmanusia. Hal ini mengakui kerentanan, rasa sakit karena perpisahan, dan ketahanan yang dibutuhkan untuk mempertahankan harapan dalam kesulitan. Kata-kata Ciardi mengingatkan kita bahwa mengasuh anak bukanlah tentang kesuksesan yang terus-menerus, melainkan tentang kehadiran yang teguh β€” merangkul kompleksitas cinta yang bertahan, bahkan ketika hasilnya tidak pasti.

Page views
62
Pembaruan
Juni 09, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.