Semua orang terkadang jatuh, Nak, termasuk aku, tapi triknya adalah segera bangkit kembali. Mereka akan selalu menargetkan mereka yang terlihat rentan, jadi Anda harus kuat. Berpura-puralah sampai Anda berhasil.
(Everyone falls sometimes, son, even me, but the trick is to get right back up. They'll always target the ones who appear vulnerable, so you need to be strong. Fake it until you make it.)
Kutipan ini menekankan ketahanan dan pentingnya menjaga kekuatan batin meskipun mengalami kemunduran dan kerentanan. Jatuh atau gagal terkadang merupakan bagian kehidupan yang tidak dapat dihindari, namun ukuran karakter yang sebenarnya terletak pada kemampuan untuk bangkit kembali dan terus mencapai tujuan. Saran untuk 'berpura-pura sampai Anda berhasil' menunjukkan bahwa terkadang menunjukkan kepercayaan diri dapat menjadi alat yang strategis, terutama ketika menghadapi kesulitan atau ketidakpastian. Ini menyoroti perbedaan antara kekuatan sejati dan kekuatan yang tampak, mendorong ketekunan bahkan ketika keraguan internal mungkin ada. Pengakuan bahwa orang lain sering menargetkan mereka yang tampak lemah berfungsi sebagai pengingat untuk menampilkan diri sebagai orang yang tangguh dan percaya diri, yang dapat memberikan keuntungan psikologis dan mencegah perhatian negatif. Pertumbuhan pribadi sering kali berasal dari mengatasi kemunduran dan belajar bagaimana mengelola kerentanan. Menerapkan pola pikir yang memandang kegagalan bukan sebagai akhir namun sebagai peluang untuk belajar dan bertumbuh akan menumbuhkan ketahanan. Dengan berpura-pura percaya diri pada awalnya, akan lebih mudah untuk mengembangkan kepercayaan diri yang tulus seiring berjalannya waktu seiring dengan bertambahnya pengalaman dan kesuksesan. Pada akhirnya, kutipan ini menganjurkan sikap tangguh—mengakui perjuangan seseorang, menjaga kekuatan secara lahiriah, dan terus maju, memahami bahwa kemunduran hanyalah rintangan sementara dalam perjalanan menuju kemenangan pribadi.