Agar seorang aktris sukses, ia harus memiliki wajah Venus, otak Minerva, keanggunan Terpsichore, ingatan Macaulay, sosok Juno, dan kulit badak.

Agar seorang aktris sukses, ia harus memiliki wajah Venus, otak Minerva, keanggunan Terpsichore, ingatan Macaulay, sosok Juno, dan kulit badak.


(For an actress to be a success, she must have the face of a Venus, the brains of a Minerva, the grace of Terpsichore, the memory of a Macaulay, the figure of Juno, and the hide of a rhinoceros.)

(0 Ulasan)

Kutipan ini menjelaskan beragam ekspektasi yang secara historis ditempatkan masyarakat terhadap aktris dan, lebih jauh lagi, terhadap perempuan secara umum dalam industri hiburan. Film ini menghadirkan kombinasi kualitas yang paradoks—kecantikan, kecerdasan, keanggunan, ingatan, fisik, dan ketahanan—yang harus diwujudkan oleh seorang aktris sukses. Referensi ke Venus menggarisbawahi kecantikan fisik, menunjukkan bahwa penampilan saja sangat penting untuk kesuksesan. Kebijaksanaan Minerva menekankan kemampuan intelektual dan ketajaman mental, menantang stereotip bahwa aktris hanya membutuhkan glamor. Asosiasi Terpsichore dengan tarian menonjolkan keanggunan dan ketenangan, kualitas yang penting untuk penampilan panggung. Penyebutan Macaulay menunjukkan perlunya daya ingat yang tajam, terutama penting untuk menghafal baris-baris dan menjaga konsistensi kinerja. Sosok ilahi Juno mengisyaratkan perawakan agung dan kehadiran yang berwibawa, sedangkan persembunyian badak menekankan ketahanan, kulit tebal, dan kemampuan menahan kritik dan kesulitan.

Menganalisis campuran atribut ini mengungkap ekspektasi masyarakat yang menggabungkan kualitas dangkal dengan kekuatan batin dan kecerdasan. Ini mencerminkan sifat menuntut karir akting, di mana kesuksesan sering diukur tidak hanya oleh bakat tetapi juga oleh penampilan, kekuatan mental, dan ketahanan emosional. Awalnya dimaksudkan untuk meninggikan status aktris, kutipan tersebut juga secara halus mengungkap cita-cita yang tidak realistis dan sulit yang dibebankan pada perempuan. Hal ini mengingatkan kita bahwa mencapai kesuksesan dalam industri yang penuh tuntutan ini memerlukan perpaduan kualitas yang kompleks—ada yang dangkal, ada yang bawaan, dan ada yang sengaja dikembangkan. Seiring dengan kemajuan masyarakat, standar-standar ini terus berkembang, namun gagasan inti bahwa kesuksesan menuntut kepribadian yang memiliki banyak aspek masih relevan hingga saat ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana kita mendefinisikan nilai dan kemampuan para pelaku, dan mungkin perempuan secara umum, dan mendesak kita untuk mengenali beragam kualitas yang berkontribusi terhadap pencapaian sejati.

Page views
26
Pembaruan
Agustus 18, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.