Berapa banyak perempuan yang masuk rumah sakit jiwa karena dianggap gila padahal tidak diperbolehkan jujur atau menjadi diri sendiri?
(How many women have been in a mental institution because they've been called crazy when they're just not allowed to be honest or be who they are?)
Kutipan ini menyoroti kecenderungan masyarakat untuk mengabaikan atau menstigmatisasi perempuan yang mengekspresikan diri mereka secara otentik. Ketika kejujuran bertentangan dengan ekspektasi masyarakat, perempuan mungkin dicap sebagai orang yang tidak stabil atau 'gila', sehingga menyebabkan masalah kesehatan mental atau pelembagaan yang tidak perlu. Hal ini menggarisbawahi pentingnya menerima individu apa adanya, tanpa membungkam pihak farmasi atau institusi. Kesalahan penilaian seperti ini melanggengkan stereotip gender dan menghilangkan kebebasan perempuan untuk menjadi jujur. Masyarakat perlu memupuk pemahaman dan kasih sayang, bukannya mengobati atau melembagakan penyimpangan dari norma-norma stereotip.