Saya bisa menjadi penulis kultus jika saya terus menulis novel surealistik. Tapi saya ingin masuk ke arus utama, jadi saya harus membuktikan bahwa saya bisa menulis buku yang realistis.
(I could have been a cult writer if I'd kept writing surrealistic novels. But I wanted to break into the mainstream, so I had to prove that I could write a realistic book.)
[Kutipan ini menyoroti pilihan kompleks yang dihadapi penulis antara mengikuti naluri kreatif mereka dan menarik khalayak yang lebih luas. Hal ini menggarisbawahi godaan untuk tetap setia pada suara unik seseorang versus keinginan untuk sukses secara komersial. Keputusan-keputusan seperti itu tidak hanya menentukan karier seseorang tetapi juga mempengaruhi keberagaman sastra. Kesediaan penulis untuk beradaptasi demi kesuksesan menunjukkan bagaimana tekanan eksternal dapat memengaruhi ekspresi artistik dan pertumbuhan pribadi. Pada akhirnya, hal ini mendorong refleksi tentang keseimbangan antara keaslian dan kepraktisan dalam upaya kreatif.]