Saya tidak peduli jika saya lulus ujian Anda, saya tidak peduli jika saya mengikuti aturan Anda. Jika kamu bisa curang, aku juga bisa. Aku tidak akan membiarkanmu memukulku dengan tidak adil - aku akan mengalahkanmu dengan tidak adil terlebih dahulu.- Ender
(I don't care if I pass your test, I don't care if I follow your rules. If you can cheat, so can I. I won't let you beat me unfairly - I'll beat you unfairly first.- Ender)
Dalam "Ender's Game" karya Orson Scott Card, karakter Ender mengungkapkan sikap memberontak terhadap ketidakadilan lingkungannya. Alih-alih secara pasif menerima peraturan dan tantangan yang dihadapinya, ia menyatakan niatnya untuk melawan ekspektasi sistem. Hal ini mencerminkan tema persaingan dan ambiguitas moral yang lebih luas di dunia di mana kemenangan sering kali harus dibayar mahal.
Sentimen Ender menyoroti tekadnya untuk mengambil kendali atas keadaannya, menekankan bahwa ia tidak akan menjadi korban ketidakadilan. Dengan memilih pendekatan yang tidak konvensional, Ender menunjukkan ketahanan, menunjukkan kesediaannya untuk menantang status quo dan mengklaim kemenangan dengan cara apa pun yang diperlukan, bahkan jika itu berarti menggunakan taktik yang sama seperti lawannya.