Saya pikir sebagian besar dari kita membaca kisah-kisah yang kita tahu tidak "benar" karena kita haus akan kebenaran lain: kebenaran mitis tentang sifat manusia secara umum, kebenaran khusus tentang komunitas kehidupan yang menentukan identitas kita, dan kebenaran paling spesifik: kisah diri kita sendiri. Fiksi, karena bukan tentang seseorang yang hidup di dunia nyata, selalu mempunyai kemungkinan untuk menjadi tentang diri sendiri. --Dari Pendahuluan

Saya pikir sebagian besar dari kita membaca kisah-kisah yang kita tahu tidak "benar" karena kita haus akan kebenaran lain: kebenaran mitis tentang sifat manusia secara umum, kebenaran khusus tentang komunitas kehidupan yang menentukan identitas kita, dan kebenaran paling spesifik: kisah diri kita sendiri. Fiksi, karena bukan tentang seseorang yang hidup di dunia nyata, selalu mempunyai kemungkinan untuk menjadi tentang diri sendiri. --Dari Pendahuluan


(I think that most of us, anyway, read these stories that we know are not "true" because we're hungry for another kind of truth: the mythic truth about human nature in general, the particular truth about those life-communities that define our own identity, and the most specific truth of all: our own self-story. Fiction, because it is not about someone who lived in the real world, always has the possibility of being about oneself. --From the Introduction)

πŸ“– Orson Scott Card

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Penulis

πŸŽ‚ August 24, 1951
(0 Ulasan)

Dalam pengantar "Ender's Game", Orson Scott Card merefleksikan daya tarik fiksi, menekankan bahwa cerita, bahkan yang dianggap tidak faktual, memenuhi kerinduan yang lebih dalam akan kebenaran. Kebenaran mistis ini melampaui kenyataan, menawarkan wawasan tentang sifat manusia dan pengalaman kolektif yang membentuk identitas kita. Melalui narasi-narasi ini, pembaca dapat terhubung dengan tema-tema yang lebih luas yang sesuai dengan diri mereka sendiri dan komunitas mereka.

Card berpendapat bahwa kualitas unik fiksi terletak pada kemampuannya untuk memungkinkan pembaca melihat aspek kehidupan dan identitas mereka sendiri dalam strukturnya. Karena cerita fiksi tidak terikat dengan individu nyata, cerita tersebut menciptakan ruang untuk refleksi dan eksplorasi diri. Koneksi pribadi ini memungkinkan pembaca untuk menafsirkan perjalanan karakter dan konflik sebagai refleksi dari pengalaman mereka sendiri, sehingga menemukan makna dalam narasi yang terungkap di halaman tersebut.

Page views
516
Pembaruan
Oktober 27, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.