Saya tidak suka kamar yang tidak pernah Anda gunakan atau ruangnya terbuang sia-sia, tetapi saya juga menyukai ruangan yang jarang dan bersih.
(I don't like rooms you never use or that are wasted space but I also like a sparseness and a cleanness.)
Kutipan ini menyoroti keseimbangan antara fungsionalitas dan estetika dalam lingkungan spasial kita. Hal ini mencerminkan preferensi terhadap ruang-ruang yang praktis dan dimanfaatkan dengan baik dibandingkan ruang-ruang yang kosong atau tidak ada gunanya. Pembicara mengapresiasi konsep menghindari ruang terbuang yang sejalan dengan prinsip desain efisien dan minimalis. Pada saat yang sama, mereka mengakui nilai kesederhanaan β rasa ketersebaran dan kebersihan yang menumbuhkan ketenangan dan kejelasan dalam suatu lingkungan. Sikap ini sangat sejalan dengan tren desain interior modern, yang tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang mengundang dan rapi, memungkinkan fokus dan relaksasi.
Idenya menyarankan bahwa sebuah ruangan tidak boleh diisi secara berlebihan dengan furnitur atau dekorasi yang tidak perlu, namun juga tidak boleh terasa dingin atau steril. Ini tentang mencapai keharmonisan β memastikan setiap elemen memiliki tujuan, berkontribusi pada keseluruhan atmosfer tanpa membebaninya. Filosofi ini juga dapat diterapkan di luar ruang fisik ke aspek kehidupan yang menginginkan kejelasan dan efisiensi. Mencapai keseimbangan ini sering kali memerlukan perencanaan yang matang dan upaya sadar untuk menghilangkan gangguan atau kelebihan, sehingga menumbuhkan rasa damai dan ketertiban. Kutipan tersebut mengingatkan kita bahwa lingkungan kita harus meningkatkan kesejahteraan kita, dan keindahan sejati sering kali terletak pada kesederhanaan. Baik dalam desain interior atau pilihan hidup, memahami bagaimana menyeimbangkan utilitas dengan estetika minimalis dapat menghasilkan pengalaman yang lebih memuaskan dan harmonis.