Saya tidak berpikir film bisa menjadi terlalu intens, tapi orang harus memahami mengapa Anda menunjukkan kepada mereka hal-hal yang Anda tunjukkan kepada mereka.
(I don't think movies can ever be too intense, but people have to understand why you're showing them the things you are showing them.)
Kutipan ini menggarisbawahi pentingnya niat dan konteks dalam pembuatan film. Intensitas dalam film dapat membangkitkan emosi yang kuat dan memancing pemikiran, namun harus memiliki tujuan yang melebihi nilai kejutan. Ketika penonton memahami alasan sutradara dalam menggambarkan adegan atau tema tertentu, maka akan menumbuhkan pemahaman dan apresiasi yang lebih dalam. Pengisahan cerita yang bertanggung jawab melibatkan keseimbangan dampak emosional dengan elemen narasi yang bermakna, memastikan pemirsa tidak hanya kewalahan tetapi juga tercerahkan atau tertantang. Introspeksi seperti ini mengingatkan para pembuat film untuk memiliki tujuan dalam konten mereka dan menghormati kemampuan penonton dalam memproses materi yang kompleks dan intens.