Saya rasa industri ini dapat dibagi menjadi dua kategori - aktor yang bersyukur dan aktor yang tidak bersyukur.
(I feel that the industry can be sliced into two categories - grateful actors and non-grateful actors.)
Kutipan ini menyoroti pentingnya sikap dan perspektif dalam industri hiburan. Hal ini menunjukkan bahwa rasa syukur dapat secara signifikan mempengaruhi pengalaman seorang aktor dan mungkin kesuksesan mereka. Menghargai peluang dan mengatasi ketidakpastian dalam bertindak dapat menghasilkan karier yang lebih memuaskan, sementara kurangnya rasa syukur dapat mengakibatkan ketidakpuasan atau stagnasi. Pola pikir seperti itu mungkin juga mempengaruhi hubungan dalam industri dan persepsi profesionalisme. Mengenali dan memupuk rasa syukur bisa menjadi kunci pertumbuhan dan ketahanan pribadi di tengah tantangan yang dihadapi oleh para pelaku kinerja.