Saya jatuh cinta dengan 'Ben Hur' ketika saya berusia 8 tahun, dan saya baru tahu bahwa saya harus terlibat dalam film, meskipun saya adalah orang yang melelehkan mentega di popcorn.
(I fell in love with 'Ben Hur' when I was 8 years old, and I just knew I had to be involved in movies, even if I was the guy who melted the butter on the popcorn.)
Kutipan ini menggambarkan kekuatan inspiratif dari pengalaman masa kanak-kanak dan bagaimana satu momen dapat memicu gairah seumur hidup. Kecintaan pembicara terhadap 'Ben Hur' memicu keinginan untuk menjadi bagian dari industri film, menyoroti bahwa mimpi sering kali dimulai dengan momen yang sederhana dan menyentuh hati. Hal ini mengingatkan kita bahwa bahkan peran kecil atau tugas di belakang layar, seperti melelehkan mentega, berkontribusi dalam menciptakan keajaiban di layar dan dapat menjadi batu loncatan menuju ambisi kita. Kisah-kisah seperti ini menekankan pentingnya menerima dan mengikutinya sejak dini, terlepas dari betapa sederhananya peran awal seseorang. Pada akhirnya, antusiasme dan dedikasi mengubah awal yang tampaknya kecil menjadi perjalanan bermakna dalam upaya kreatif apa pun.