Saya hanya wasit. Itulah yang telah saya lakukan. Hanya itu yang bisa saya lakukan. Saya salah satu orang yang beruntung di bumi Tuhan. Saya menemukan apa yang Tuhan ingin saya lakukan. Orang-orang bertanya apakah saya paling suka bekerja di rumah. Saya hanya ingin berada di antara garis putih. Di situlah tempatku berada, dan aku tidak akan mendapatkannya dengan cara lain.

Saya hanya wasit. Itulah yang telah saya lakukan. Hanya itu yang bisa saya lakukan. Saya salah satu orang yang beruntung di bumi Tuhan. Saya menemukan apa yang Tuhan ingin saya lakukan. Orang-orang bertanya apakah saya paling suka bekerja di rumah. Saya hanya ingin berada di antara garis putih. Di situlah tempatku berada, dan aku tidak akan mendapatkannya dengan cara lain.


(I just umpire. That's what I've done. That's all I can do. I'm one of the fortunate ones on God's earth. I found what God meant for me to do. People ask if I like working home plate best. I just want to be between the white lines. That's where I belong, and I wouldn't have it any other way.)

📖 Doug Harvey


🎂 December 19, 1924  –  ⚰️ December 26, 1989
(0 Ulasan)

Kutipan ini mencerminkan rasa mendalam akan tujuan dan kepuasan yang diperoleh dari mendedikasikan diri sepenuhnya pada hasrat atau keahlian. Pemateri menekankan bahwa peran mereka sebagai wasit bukan sekedar pekerjaan, melainkan sebuah panggilan yang selaras dengan jati diri mereka yang sebenarnya. Penegasan berulang-ulang bahwa mereka hanya melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang tempat seseorang dalam kehidupan dan komitmen terhadap tanggung jawabnya. Ada rasa syukur yang diungkapkan karena menemukan dan menerima tujuan mereka, yang mengangkat pekerjaan mereka sehari-hari ke tingkat spiritual dan pribadi yang lebih bermakna. Metafora 'berada di antara garis putih' tidak hanya melambangkan posisi fisik di lapangan namun juga rasa memiliki dan kejelasan dalam menjalani hidup. Hal ini menunjukkan pentingnya keselarasan antara hasrat dan tindakan sehari-hari, serta kegembiraan yang dapat muncul karena menyadari peran unik seseorang dalam kehidupan yang lebih luas. Kutipan tersebut mendorong perspektif kepuasan dan kebanggaan terhadap keahlian seseorang, memperkuat bahwa kegembiraan sejati datang dari mengetahui seseorang memenuhi takdirnya, betapapun spesifik atau sederhananya hal itu. Wawasan seperti ini bergema secara universal, mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sering kali berasal dari melakukan apa yang benar-benar kita yakini memang seharusnya kita lakukan, dan dengan melakukan hal tersebut, kita menemukan tempat yang tepat di dunia.

Page views
142
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.