Saya suka membantu anak-anak, bekerja dengan anak-anak di rumah tahanan. Jangan beri tahu anak apa yang benar dan salah. Dia tahu mana yang benar dan salah. Cari tahu bagaimana sikap dan bakatnya; cobalah membantunya kemana dia ingin pergi.

Saya suka membantu anak-anak, bekerja dengan anak-anak di rumah tahanan. Jangan beri tahu anak apa yang benar dan salah. Dia tahu mana yang benar dan salah. Cari tahu bagaimana sikap dan bakatnya; cobalah membantunya kemana dia ingin pergi.


(I like to help kids, work with kids in detention homes. Don't tell a kid what's right and wrong. He knows what's right and wrong. Find out what his attitude and his aptitude are; try to help him where he wants to go.)

📖 Evel Knievel

🌍 Amerika

🎂 October 17, 1938  –  ⚰️ November 30, 2007
(0 Ulasan)

Kutipan ini menggarisbawahi pentingnya memahami dan menghormati penilaian dan individualitas yang melekat pada anak. Pembicara menganjurkan pendekatan suportif daripada pendekatan didaktik, dengan menekankan nilai mendengarkan sudut pandang anak dan mengenali rasa moralitas internal mereka. Alih-alih memaksakan aturan dari luar, fokusnya adalah mengidentifikasi sikap unik dan kemampuan alami mereka—bakat—dan membimbing mereka menuju masa depan yang selaras dengan kecenderungan pribadi mereka. Pendekatan empati seperti ini menumbuhkan kepercayaan dan mendorong kesadaran diri, yang sangat penting untuk pertumbuhan yang berarti, terutama di lingkungan yang menantang seperti rumah tahanan. Hal ini menyoroti pentingnya bimbingan yang disesuaikan dengan disiplin yang kaku, dan mengakui bahwa generasi muda sering kali sudah dibekali dengan pemahaman bawaan tentang benar dan salah. Gagasan ini menantang model otoritas tradisional, mengajak kita untuk melihat anak-anak sebagai peserta aktif dalam perkembangan mereka sendiri dan bukan sebagai penerima pasif penilaian orang dewasa. Perspektif ini dapat mengarah pada rehabilitasi dan pendidikan yang lebih efektif dengan memberdayakan generasi muda dengan rasa hormat dan pengertian yang layak mereka dapatkan. Hal ini mengingatkan kita bahwa memupuk kekuatan dan sikap bawaan seorang anak, bukan sekedar memperbaiki kesalahan mereka, adalah hal mendasar untuk mendorong perubahan sejati dan pengembangan pribadi. Pendekatan ini juga menekankan pentingnya kesabaran, kasih sayang, dan wawasan terhadap kepribadian individu dalam membantu remaja menemukan jalan mereka. Pola pikir seperti ini dapat berdampak signifikan terhadap masa depan mereka, meningkatkan ketahanan dan rasa memiliki keagenan.

---Evel Knievel---

Page views
23
Pembaruan
Agustus 21, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.