Saya terpusat pada diri saya sendiri, dan saya sangat bersyukur. Saya tidak sempurna.
(I'm centered in who I am, and I'm really grateful. I'm not perfect.)
Kutipan ini mewujudkan penerimaan diri dan rasa syukur terhadap diri sejati seseorang. Merangkul siapa diri kita, beserta ketidaksempurnaan kita, menumbuhkan kedamaian batin dan kepercayaan diri. Menyadari bahwa kesempurnaan tidak diperlukan memungkinkan kita menghargai kualitas dan kemajuan unik kita. Menumbuhkan kesadaran diri seperti itu dapat menghasilkan kehidupan yang lebih memuaskan dan harmonis, mendorong ketahanan dalam menghadapi tantangan dan membina hubungan yang tulus. Ini mengingatkan kita bahwa nilai kita tidak ditentukan oleh kesempurnaan kita, tetapi oleh kejujuran dan cinta diri kita.