Aku akan merasa kedinginan tanpa batas waktu selama aku tidak sadar diri selama itu. Sepertinya ini bisa menjadi penyiksaan pada tingkat tertentu tetapi banyak orang yang berdoa untuk itu, jadi siapa yang tahu.

Aku akan merasa kedinginan tanpa batas waktu selama aku tidak sadar diri selama itu. Sepertinya ini bisa menjadi penyiksaan pada tingkat tertentu tetapi banyak orang yang berdoa untuk itu, jadi siapa yang tahu.


(I'm down for indefinitely chilling as long as I'm not self-aware during it. That seems like it could be torture on some level but a lot of people pray for that so who knows.)

📖 Oneohtrix Point Never

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Pemusik

(0 Ulasan)

Kutipan ini menggali paradoks kesadaran dan keinginan manusia untuk melarikan diri. Pembicara mengungkapkan kesediaannya untuk bersantai tanpa henti, namun takut akan ketidaknyamanan kesadaran diri pada saat-saat seperti itu—menyoroti bagaimana kesadaran terkadang dapat mengubah waktu luang menjadi suatu bentuk penderitaan mental. Penyebutan bahwa beberapa orang berdoa untuk keadaan kebahagiaan atau pelupaan tanpa syarat menunjukkan bahwa upaya mencapai kedamaian mental sering kali melibatkan pelepasan kesadaran, yang bisa jadi diinginkan sekaligus menakutkan. Hal ini mengundang refleksi tentang bagaimana kondisi kesadaran yang berbeda mempengaruhi persepsi kita tentang kebahagiaan, relaksasi, dan penderitaan. Pada akhirnya, hal ini menekankan hubungan kompleks yang dimiliki umat manusia dengan kesadaran dan pencarian perdamaian yang sulit dipahami.

Page views
0
Pembaruan
Januari 16, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.