Saya mulai dengan buku 'Boardwalk Empire' dan kemudian membenamkan diri dalam sejarah Atlantic City, Perang Dunia I, gerakan pertarakan, Larangan, budaya pop. Saya bahkan membaca berita dan majalah pada masa itu hanya untuk mendalaminya. Itu bahkan sebelum saya mulai memikirkan ceritanya.

Saya mulai dengan buku 'Boardwalk Empire' dan kemudian membenamkan diri dalam sejarah Atlantic City, Perang Dunia I, gerakan pertarakan, Larangan, budaya pop. Saya bahkan membaca berita dan majalah pada masa itu hanya untuk mendalaminya. Itu bahkan sebelum saya mulai memikirkan ceritanya.


(I started with the book 'Boardwalk Empire' and then immersed myself in the history of Atlantic City, World War I, the temperance movement, Prohibition, pop culture. I even read the news and magazines of the period just to soak in it. That was before I even started thinking of the story.)

📖 Terence Winter

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Penulis

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti pentingnya penelitian ekstensif dan mendalami sejarah untuk menciptakan penceritaan yang autentik. Dedikasi penulis untuk memahami latar—melalui buku, terbitan berkala, dan konteks budaya—menggarisbawahi betapa pengetahuan yang mendalam dapat memperkaya sebuah narasi. Hal ini juga menekankan bahwa penceritaan berakar pada pemahaman sejati terhadap lingkungan dan zaman, bukan imajinasi semata. Persiapan menyeluruh seperti itu menunjukkan pendekatan yang cermat dalam penyampaian cerita yang meningkatkan realisme dan kredibilitas.

Page views
0
Pembaruan
Januari 15, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.