Saya pikir iman adalah benih kecil dari peluang setiap hari. Misalnya, 'Apakah saya akan mencintai orang ini? Apakah saya akan membagikan iman saya kepada orang ini? Apakah saya akan memanjatkan doa kecil itu?' Ini benar-benar merupakan hal sehari-hari ketika Anda memanfaatkan peluang kecil itu dan kemudian melihat apa yang Tuhan lakukan.

Saya pikir iman adalah benih kecil dari peluang setiap hari. Misalnya, 'Apakah saya akan mencintai orang ini? Apakah saya akan membagikan iman saya kepada orang ini? Apakah saya akan memanjatkan doa kecil itu?' Ini benar-benar merupakan hal sehari-hari ketika Anda memanfaatkan peluang kecil itu dan kemudian melihat apa yang Tuhan lakukan.


(I think faith is the small mustard seed of opportunities every day. For example, 'Am I going to love this person? Am I going to share my faith with this person? Am I going to pray that little prayer?' It really is a daily thing where you seize those little mustard seed opportunities and then see what God does.)

📖 Mark Batterson

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini dengan indah merangkum kekuatan besar dari tindakan kecil iman dan kebaikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Seringkali, kita mungkin meremehkan pentingnya peluang yang tampaknya kecil—seperti memilih untuk mencintai seseorang, berbagi keyakinan, atau memanjatkan doa sederhana—dengan percaya bahwa yang penting hanyalah tindakan besar. Namun, metafora biji sesawi mengingatkan kita bahwa permulaan yang kecil dapat membawa hasil yang bermakna dan berdampak, terutama jika dipadukan dengan keyakinan dan kepercayaan pada tujuan yang lebih tinggi. Setiap hari memberi kita kesempatan untuk bertindak dengan cinta, keberanian, dan ketulusan, dan melalui langkah-langkah yang konsisten dan sederhana inilah transformasi terjadi. Ketika kita memilih untuk memanfaatkan peluang-peluang kecil ini—baik dengan menjangkau orang yang membutuhkan, membagikan pesan harapan, atau sekadar berhenti sejenak untuk berdoa—kita sedang menanam benih yang mungkin akan bertumbuh menjadi sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan sebelumnya. Hasilnya sering kali berada di luar pemahaman kita, karena kesuksesan dan transformasi pada akhirnya berada di tangan koordinasi ilahi. Perspektif ini mendorong kita untuk menerapkan pola pikir penuh perhatian dan kesengajaan dalam rutinitas sehari-hari, menyadari bahwa tindakan kecil dan setia kita dapat menimbulkan efek yang besar, menginspirasi orang lain, dan membawa berkah yang tidak terduga. Hal ini mengingatkan kita bahwa iman tidak hanya terjadi pada saat-saat yang bersejarah, namun dibangun hari demi hari, benih demi benih, menumbuhkan hasil yang luar biasa dari awal yang sangat sederhana.

Page views
22
Pembaruan
Agustus 23, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.