Saya pikir salah satu hal tentang menjadi pelatih yang baik adalah menyadari ketika Anda telah memberikan semua yang Anda bisa. Faktanya, harus ada semacam undang-undang tak terucapkan yang mengatakan bahwa seorang pelatih tidak boleh memiliki siapa pun selama tiga atau empat tahun - jika Anda belum meneruskan sebagian besar hal yang Anda ketahui dalam jangka waktu tersebut, maka Anda tidak melakukan pekerjaan dengan baik.

Saya pikir salah satu hal tentang menjadi pelatih yang baik adalah menyadari ketika Anda telah memberikan semua yang Anda bisa. Faktanya, harus ada semacam undang-undang tak terucapkan yang mengatakan bahwa seorang pelatih tidak boleh memiliki siapa pun selama tiga atau empat tahun - jika Anda belum meneruskan sebagian besar hal yang Anda ketahui dalam jangka waktu tersebut, maka Anda tidak melakukan pekerjaan dengan baik.


(I think one of the things about being a good coach is to recognise when you have given all that you can. In fact there should be some sort of unspoken law that says that a coach cannot have anyone for three or four years - if you have not passed on most of the stuff you know in that time, then you are not doing a good job.)

📖 Daley Thompson


(0 Ulasan)

Kutipan ini menekankan pentingnya kesadaran diri dan bimbingan dalam peran pembinaan. Pembina yang benar-benar efektif memahami batas pengaruh mereka dan pentingnya memberdayakan orang lain dengan pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkan pertumbuhan melampaui masa jabatan mereka sendiri. Gagasan bahwa seorang Pembina idealnya harus bekerja dengan individu-individu hanya selama beberapa tahun menggarisbawahi nilai dari memupuk kemandirian daripada memupuk ketergantungan. Hal ini menyoroti tanggung jawab tidak hanya untuk hasil langsung, tetapi juga untuk menumbuhkan kesuksesan di masa depan bagi mereka yang dilatih. Gagasan tentang aturan yang tidak terucapkan menunjukkan bahwa pembinaan harus dipandang sebagai hubungan sementara yang digerakkan oleh tujuan yang didedikasikan untuk pembangunan jangka panjang, bukan sekadar ketergantungan pada pengawasan terus-menerus.

Dari perspektif yang lebih luas, filosofi ini dapat diterapkan di luar olahraga atau pembinaan profesional hingga bimbingan, pendidikan, atau kepemimpinan di berbagai bidang. Hal ini menantang para Pembina dan Mentor untuk merenungkan apakah mereka benar-benar memfasilitasi pertumbuhan atau sekadar mempertahankan kendali. Jika, setelah beberapa tahun, seorang Pembina mendapati bahwa mereka belum menyebarkan sebagian besar pengetahuannya, hal ini mungkin menunjukkan kegagalan dalam mencapai tujuan utama mereka: meneruskan keahlian mereka.

Metafora 'memberikan semua yang Anda bisa' juga selaras dengan gagasan kepuasan dan integritas dalam peran Anda. Hal ini menyiratkan bahwa pembinaan adalah tentang tanggung jawab pribadi dan juga tentang dukungan. Pada akhirnya, pesan tersebut mendorong pola pikir untuk terus berkontribusi—bahkan jika kontribusi tersebut berakhir ketika peserta didik mampu berdiri sendiri, siap untuk menyebarkan pengetahuan kepada orang lain. Siklus seperti ini menjamin keberlanjutan dan evolusi keterampilan dan kebijaksanaan yang berkelanjutan dari generasi ke generasi.

---Daley Thompson---

Page views
34
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.