Saya pikir ada puisi tertentu agar tubuh Anda mencerminkan apa yang Anda rasakan di dalam diri Anda. Mungkin Anda mempunyai perasaan yang begitu murni, atau meluap-luap di dalam diri Anda sehingga tubuh Anda menjadi cacat karenanya - liuk-liuk sesuai dengan kebingungan Anda.
(I think there's a certain poetry to having your body reflect what you feel inside of you. Perhaps you have a feeling that's so pure, or overwhelming inside of you that your body disfigures to it - contortions match your confusion.)
---Arca--- mengeksplorasi bagaimana fisik kita dapat berfungsi sebagai cermin emosi batin kita. Kutipan tersebut menunjukkan bahwa perasaan yang intens—entah kegembiraan murni, kesedihan yang luar biasa, atau kebingungan—dapat terwujud secara fisik, terkadang dalam bentuk yang terdistorsi atau berubah bentuk. Perspektif ini menyoroti hubungan mendalam antara pikiran dan tubuh, menekankan bahwa gejolak emosi sering kali terungkap secara lahiriah. Hal ini mengundang refleksi tentang bagaimana perjuangan pribadi diwujudkan, memperlihatkan kondisi internal kita. Gambaran seperti itu juga memancing pemikiran tentang keaslian dan kerentanan—gagasan bahwa pengalaman emosional yang sebenarnya dapat mengubah kita secara fisik, memperlihatkan diri kita yang mentah dan tanpa filter. Secara keseluruhan, ini menggarisbawahi keselarasan puitis antara kekacauan batin dan ekspresi luar, selaras dengan mereka yang percaya bahwa fisik kita adalah bahasa untuk kedalaman tersembunyi kita.