Saya pikir ada perbedaan mendasar antara film berbasis karakter yang merupakan film irisan kehidupan yang sangat indah dan film berbasis karakter yang Anda ingat 20 atau 30 tahun kemudian; kesamaannya dengan yang Anda ingat adalah bahwa mereka semua memiliki masalah emosional yang sangat rumit pada intinya.
(I think there's a fundamental distinction between character-driven movies that are just really lovely slice-of-life movies and character-driven movies that you remember 20 or 30 years later; the common denominator with the ones you remember is that they all have some really complicated emotional problem at their core.)
Kutipan ini menyoroti kekuatan abadi dari cerita-cerita yang kompleks secara emosional di bioskop. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun banyak film yang menampilkan karakter mungkin tampak menawan di permukaan, film yang meninggalkan dampak abadi berakar pada konflik emosional yang rumit dan menarik. Film-film semacam itu menarik perhatian karena membangkitkan pengalaman manusia yang asli, menjadikannya berkesan dan berpengaruh sepanjang waktu. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kedalaman dan keaslian dalam penyampaian cerita, mengingatkan pencipta dan penonton akan nilai substansi emosional di luar hiburan tingkat permukaan.