Saya sering bercanda bahwa, sejak menyusui, payudara saya terlihat seperti kaus kaki atletik tua dengan sedikit uang receh di bagian bawah, jadi ketika saya merasakan ada benjolan sebesar kelereng, saya tahu ada sesuatu yang tidak beres.
(I used to joke that, since breastfeeding, my boobs looked like an old athletic sock with some loose change at the bottom, so when I felt a lump the size of a marble, I knew something was terribly wrong.)
Kutipan ini dengan jelas menggambarkan hubungan kompleks yang dimiliki banyak wanita dengan tubuh mereka selama dan setelah pengalaman menyusui. Perbandingan yang lucu dengan 'kaus kaki atletik tua yang sudah longgar' mengungkapkan bagaimana kehamilan dan menyusui dapat mengubah penampilan fisik secara signifikan, sering kali dengan cara yang mengejutkan atau bahkan menyusahkan wanita. Meski lucu, penyebutan perasaan ada benjolan sebesar kelereng menggarisbawahi pentingnya kesadaran dan pemeriksaan diri mengenai potensi tanda-tanda masalah kesehatan, seperti kanker payudara. Hal ini menyoroti bagaimana gejala terkadang tidak kentara atau awalnya disalahartikan sebagai perubahan normal pascapersalinan, sehingga kewaspadaan menjadi penting. Penjajaran humor dengan masalah kesehatan yang serius mencerminkan pengalaman manusia yang relevan—menemukan momen-momen kesembronoan dalam situasi sulit, namun tetap waspada terhadap risiko kesehatan yang mendasarinya. Menyusui adalah proses biologis yang mendalam, namun juga berkaitan erat dengan gagasan tentang feminitas, kesehatan fisik, dan kesejahteraan emosional. Ketakutan terkait kesehatan, penampilan, dan tubuh yang tidak dapat diprediksi merupakan hal yang umum, namun sering kali tidak terucapkan. Kutipan tersebut mengingatkan kita akan pentingnya mendengarkan tubuh kita dan melindungi diri kita sendiri ketika sesuatu yang tidak biasa muncul. Hal ini juga memerlukan perhatian terhadap perubahan fisik yang dialami perempuan, dan bagaimana hal ini terkadang mengaburkan atau meniru tanda-tanda masalah kesehatan yang lebih signifikan, sehingga memperkuat perlunya pemeriksaan kesehatan rutin dan kesadaran akan tubuh.