Saya biasa menempelkannya di pojok atas layar komputer saya sehingga saya tidak bisa melihat jam berapa sekarang. Saya menyukai gagasan bahwa saya hanya berbicara dan tidak mengetahui apa yang terjadi di dunia, saat makan siang atau makan malam.
(I used to tape over the top corner of my computer screen so I couldn't see what time it was. I like the idea that I'm just with the words and not knowing what's going on with the world, when it's lunch or dinner.)
Kutipan ini menyoroti upaya sadar untuk melepaskan diri dari rentetan informasi dan keterbatasan waktu yang diakibatkan oleh kehidupan modern. Dengan menutup jam, individu menciptakan ruang pribadi untuk membenamkan dirinya sepenuhnya pada momen saat ini dan kekuatan kata-kata, bebas dari gangguan eksternal. Hal ini mencerminkan keinginan akan kewaspadaan dan langkah yang lebih lambat, mengingatkan kita akan pentingnya sesekali mundur dari beban digital untuk menemukan hiburan dalam pengalaman yang sederhana dan langsung.