Saya ingin masyarakat merasa memiliki akses terhadap Kongres, bahwa mereka memiliki akses terhadap pemerintah.
(I want people to feel like they have access to Congress, that they have access to government.)
Kutipan ini menggarisbawahi pentingnya transparansi, aksesibilitas, dan inklusivitas dalam tata kelola. Ketika warga negara merasa terhubung dan berdaya untuk berpartisipasi dalam proses politik, demokrasi akan diperkuat. Aksesibilitas terhadap institusi dan perwakilan pemerintah menumbuhkan kepercayaan, mendorong keterlibatan masyarakat, dan memastikan bahwa beragam suara didengar. Di banyak negara demokratis, terdapat upaya berkelanjutan untuk menjembatani kesenjangan antara pejabat terpilih dan konstituen yang mereka layani, yang bertujuan untuk menghilangkan hambatan seperti birokrasi, kurangnya informasi, atau jarak fisik. Gagasan di balik pernyataan ini adalah bahwa pemerintah tidak boleh menjadi lembaga yang tidak transparan dan hanya diperuntukkan bagi segelintir elit saja, namun harus menjadi lembaga yang mudah diakses dan responsif serta secara aktif mendengarkan dan mengatasi permasalahan masyarakat. Hal ini sangat penting dalam negara demokrasi, dimana legitimasi bergantung pada partisipasi aktif warga negaranya. Ketika masyarakat yakin bahwa mereka dapat mempengaruhi kebijakan dan mengetahui bahwa pemerintah ada untuk mereka, hal ini akan menumbuhkan budaya keterlibatan dan akuntabilitas. Selain memberikan suara, hal ini juga memerlukan saluran komunikasi yang terbuka, proses pengambilan keputusan yang transparan, dan upaya untuk menjadikan pemerintah lebih mudah didekati melalui acara komunitas atau platform digital. Pada akhirnya, menumbuhkan rasa memiliki akses dapat menghasilkan masyarakat yang lebih dinamis, adil, dan tangguh, dimana masyarakat merasa benar-benar terhubung dengan perwakilan mereka dan fungsi pemerintahan. Keinginan yang diungkapkan di sini menyoroti prinsip dasar demokrasi: pemerintahan untuk rakyat, oleh rakyat, harus nyata, dapat dijangkau, dan berakar pada realitas sehari-hari warganya.