Saya ingin menceritakan kisah-kisah yang mencerminkan perasaan orang-orang.
(I want to tell stories that reflect how people are feeling.)
Cerita yang berakar pada emosi yang tulus memiliki kekuatan untuk menjalin hubungan yang mendalam antara karakter dan pembaca. Hal-hal tersebut mencerminkan pengalaman, kerentanan, dan kegembiraan kita sendiri, menumbuhkan empati dan pengertian. Dengan menangkap perasaan autentik, pendongeng dapat menciptakan narasi menarik yang dapat diterima oleh beragam audiens. Pendekatan ini menekankan pentingnya kejujuran emosional dalam bercerita, sehingga membuat kisah tersebut lebih relevan dan berdampak.