Ide datang dari kehidupan sehari-hari yang biasa. Dan dari imajinasi. Dan dari perasaan. Dan dari kenangan. Kenangan tentang debu di sepatu ketsku dan senandung dinding putih menuruni bukit bernama Monyet.

Ide datang dari kehidupan sehari-hari yang biasa. Dan dari imajinasi. Dan dari perasaan. Dan dari kenangan. Kenangan tentang debu di sepatu ketsku dan senandung dinding putih menuruni bukit bernama Monyet.


(Ideas come from ordinary, everyday life. And from imagination. And from feelings. And from memories. Memories of dust in my sneakers and humming whitewalls down a hill called Monkey.)

(0 Ulasan)

Kutipan dari Jerry Spinelli ini dengan indah merangkum beragam asal mula kreativitas, menekankan bahwa inspirasi tidak hanya berakar pada pengalaman besar atau luar biasa, namun juga tumbuh subur dalam momen-momen duniawi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mengingatkan kita bahwa setiap peristiwa kecil, perasaan, atau skenario yang dibayangkan dapat menyulut api sebuah ide, yang mengarah pada inovasi dan ekspresi artistik. Gambaran jelas tentang "debu di sepatu kets saya" dan "dinding putih bersenandung di bawah bukit bernama Monyet" berfungsi sebagai jangkar nostalgia, membangkitkan pengalaman indrawi yang menghubungkan memori dengan kreativitas. Hal ini menunjukkan bahwa detail masa lalu dan indra kita adalah lahan subur bagi ide-ide baru, memadukan kenyataan dengan penemuan dalam sebuah tarian yang mulus. Pengakuan bahwa ide-ide muncul dari hal-hal yang sangat pribadi dan umum mendorong kita untuk menghargai nilai pengalaman sehari-hari dan tetap ingin tahu serta memperhatikan emosi dan ingatan kita. Hal ini mengilhami pemahaman bahwa kreativitas tidak hanya diperuntukkan bagi hal-hal yang luar biasa saja; sebaliknya, ia berada di jantung kehidupan bersama, menunggu untuk diperhatikan dan dijalin menjadi sesuatu yang baru. Di dunia yang serba cepat, kutipan ini dengan lembut mendorong kita untuk memperlambat, mengamati, dan mengumpulkan inspirasi dari dunia di sekitar kita—baik melalui perasaan, ingatan, atau imajinasi. Inklusivitas sumber ini menyoroti kekayaan pengalaman manusia dan potensi ide yang tiada habisnya.

Page views
111
Pembaruan
Juni 16, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.