Jika Anda kalah tiga atau empat kali berturut-turut, orang-orang mulai membicarakan tentang pensiun. Mereka tidak terbiasa dengan olahraga ini seperti halnya tenis. Jika Anda melihat berapa kali Rafael Nadal dan Roger Federer kalah, itu semua adalah bagian dari permainan. Sepak bola juga demikian: tim melewati masa-masa buruk dan kemudian bangkit kembali.
(If you lose three or four in a row, people start talking about retirement. They are not used to this sport like they are used to tennis. If you take a look at how many times Rafael Nadal and Roger Federer lost, it's all part of the game. Soccer is no different: teams go through bad times and then rise again.)
Kutipan ini menekankan pentingnya ketahanan dan ketekunan dalam olahraga kompetitif. Hal ini menyoroti bahwa kemunduran dan kekalahan beruntun adalah komponen alami dari perjalanan setiap atlet atau tim. Bahkan pemain legendaris seperti Nadal dan Federer pun mengalami kekalahan, mengingatkan kita bahwa kemunduran tidak menentukan kesuksesan, melainkan bagaimana seseorang merespons kesulitan. Penyebutan sepak bola menggarisbawahi bahwa setiap olahraga menghadapi fluktuasi, dan ketekunan pada akhirnya dapat membawa kebangkitan. Merangkul kegagalan sebagai bagian dari pertumbuhan sangat penting untuk mempertahankan motivasi dan kesuksesan jangka panjang.