Dalam banyak hal, 'Apa yang Dilakukan Guru: Memuji Pekerjaan Terbesar di Dunia' hanyalah ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada guru saya. Buku ini didedikasikan untuk guru bahasa Inggris saya di kelas lima dan enam, Dr. Joseph D'Angelo, yang memiliki kekuatan besar dalam bidang pengetahuan, seni bela diri, budaya, dan cinta.
(In many ways, 'What Teachers Make: In Praise of the Greatest Job in the World' is just one big thank - you note to my teachers. The book is dedicated to my fifth and sixth grade English teacher, Dr. Joseph D'Angelo, a massive force of erudition, martial artistry, culture, and love.)
Kutipan tersebut dengan indah merangkum rasa terima kasih dan rasa hormat penulis yang mendalam terhadap para pendidiknya, menekankan bahwa mengajar bukan hanya sebuah profesi tetapi juga kekuatan yang vital dan transformatif. Hal ini menggarisbawahi pentingnya guru dalam membentuk tidak hanya pengetahuan tetapi karakter, budaya, dan kekuatan jiwa. Dedikasinya kepada Dr. Joseph D'Angelo menyoroti bagaimana seorang guru dapat mewujudkan spektrum kebajikan yang luas - kecerdasan, disiplin, wawasan budaya, dan kasih sayang. Penggambaran berlapis ini mencerminkan peran guru yang beragam: sebagai mentor, pembimbing, panutan, dan terkadang bahkan pelindung dalam perjalanan perkembangan siswanya.
Karya ini, yang digambarkan sebagai "surat terima kasih", menunjukkan bahwa pembicaraan TED, buku, atau bentuk pengakuan lainnya tidak pernah bisa sepenuhnya menggambarkan hutang kita terhadap individu yang menginvestasikan hidup mereka dalam membina generasi mendatang. Kutipan ini mengundang refleksi tentang betapa besarnya dampak pengajaran, melampaui ukuran kesuksesan akademis yang konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa mengajar adalah panggilan yang melampaui ruang kelas, melibatkan semangat, komitmen, dan cinta. Selain itu, penyebutan "seni bela diri" secara metaforis menunjuk pada disiplin dan ketahanan yang dibutuhkan baik oleh guru maupun siswa, yang menyatukan tindakan pendidikan dalam konteks tantangan dan pertumbuhan kehidupan yang lebih luas.
Pada akhirnya, kutipan ini berfungsi sebagai pengingat yang membesarkan hati untuk mengakui dan menghargai mereka yang mendedikasikan diri mereka pada pendidikan, karena pengaruh mereka bergema melalui kehidupan yang mereka sentuh dan masa depan yang mereka bantu bentuk.