Secara teori kenang -kenangan ini berfungsi untuk mengembalikan momen itu. Bahkan mereka melayani hanya untuk memperjelas betapa tidak memadai saya menghargai saat ketika itu ada di sini. Betapa tidak memadai saya menghargai saat ketika itu di sini adalah hal lain yang tidak pernah bisa saya lihat.
(In theory these mementos serve to bring back the moment. In fact they serve only to make clear how inadequately I appreciated the moment when it was here. How inadequately I appreciated the moment when it was here is something else I could never afford to see.)
Dalam "Blue Nights" Joan Didion, penulis merenungkan sifat kenangan dan kenang -kenangan. Dia menyarankan bahwa sementara benda -benda ini dimaksudkan untuk membangkitkan ingatan yang jelas tentang pengalaman masa lalu, mereka sering menyoroti betapa sedikitnya kami menghargai saat -saat ketika terjadi. Realisasi ini mengungkapkan rasa kehilangan yang lebih dalam, karena memaparkan kesenjangan antara pemahaman kita saat ini dan apresiasi masa lalu kita.
Didion menekankan kontras yang menyakitkan antara ingatan dan pengalaman hidup, menyiratkan bahwa ketidakmampuan kita untuk sepenuhnya menghargai momen -momen penting pada saat itu menambah kesedihan kematian mereka. Sentimen ini menggarisbawahi perjuangan universal: mengenali sifat kehidupan yang singkat dan penyesalan yang sering menyertai melihat ke belakang.