Ini adalah komentar yang menyedihkan di zaman kita - menggunakan ungkapan yang sangat disukai oleh mendiang ayah saya - bahwa semakin banyak orang yang merayakan Hari Natal dengan pergi ke bioskop.

Ini adalah komentar yang menyedihkan di zaman kita - menggunakan ungkapan yang sangat disukai oleh mendiang ayah saya - bahwa semakin banyak orang yang merayakan Hari Natal dengan pergi ke bioskop.


(It's a sad commentary on our time - to use a phrase much favored by my late father - that people increasingly celebrate Christmas Day by going to the movies.)

📖 Michael Dirda

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menangkap pengamatan tajam tentang nilai-nilai masyarakat modern dan perubahan cara orang memilih merayakan hari raya tradisional seperti Natal. Pembicara menyarankan bahwa, idealnya, Natal dimaksudkan sebagai waktu berkumpul keluarga, refleksi, amal, dan hubungan spiritual. Namun, peralihan ke arah menghabiskan liburan di bioskop menunjukkan adanya perubahan budaya yang lebih luas, mungkin mencerminkan gaya hidup yang lebih sibuk, meningkatnya komersialisasi, dan munculnya hiburan massal sebagai sumber utama waktu luang. Menonton film di hari Natal bisa dianggap sebagai bentuk pelarian, cara mencari kegembiraan dan kenyamanan di tengah kisruh kehidupan modern. Namun, hal ini juga mengisyaratkan hilangnya tradisi yang lebih dalam dan bermakna yang mendorong komunitas dan introspeksi. Kutipan tersebut secara implisit mempertanyakan apakah tren ini menghilangkan esensi sebenarnya dari hari raya—akarnya pada komunitas, rasa syukur, dan pengalaman bersama—dan malah mempromosikan hiburan individu dengan mengorbankan perayaan kolektif. Penggunaan frasa ‘komentar yang menyedihkan’ menekankan kekecewaan dan kekhawatiran pembicara terhadap arah yang dituju masyarakat. Hal ini mengundang refleksi tentang bagaimana kebiasaan budaya membentuk persepsi dan nilai-nilai kita dari waktu ke waktu. Di zaman sekarang, dengan semakin banyaknya pilihan media dan hiburan digital, cara merayakan hari raya terus berkembang, menimbulkan pertanyaan tentang tradisi apa yang mungkin kita korbankan dan tradisi baru apa yang sedang kita ciptakan. Pada akhirnya, kutipan ini mendorong kita untuk mempertimbangkan apakah praktik kita saat ini memperkaya atau mengabaikan nilai-nilai inti yang kita kaitkan dengan perayaan hari raya yang bermakna.

Page views
38
Pembaruan
Juli 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.