Sangat disayangkan ketika kebiasaan berjudi orang lain mengubah makna lukisan atau ketika fluktuasi nilai mulai menentukan cara orang memandang seni karena terlalu mahal untuk menjadi menarik atau mengharukan. Saat itulah saya menjadi kecewa.
(It's a shame when other people's gambling habits change the meaning of paintings or when fluctuations of value start to dictate how people perceive art because it's too expensive to be interesting or moving. That's when I get bummed out.)
Kutipan ini menyoroti bagaimana pengaruh eksternal seperti spekulasi dan fluktuasi keuangan dapat mengurangi nilai intrinsik seni. Seni harus membangkitkan emosi dan memancing pemikiran, tidak direduksi menjadi komoditas yang didorong oleh tren pasar. Ketika masalah moneter menutupi apresiasi yang tulus, esensi kreativitas dan hubungan yang bermakna hilang. Hal ini mendorong refleksi mengenai pentingnya menjaga otonomi seni dari pasar keuangan untuk mempertahankan signifikansi budaya dan emosionalnya yang sebenarnya.