Jelas bagi saya bahwa siapa pun, di mana pun, dapat mengalami kesepian, isolasi, kesendirian, dan keterasingan; dan kebanyakan orang mungkin pernah mengalami hal-hal ini pada suatu saat dalam hidup mereka.
(It's clear to me that anyone, anywhere, can experience loneliness, isolation, solitude, and estrangement; and most people probably do encounter these things at some point in their lives.)
Kutipan ini menggarisbawahi pengalaman universal manusia yang kadang-kadang merasa terputus atau sendirian, terlepas dari lokasi atau keadaan. Hal ini menyoroti bahwa kesepian adalah aspek yang melekat pada kondisi manusia, bukan tanda kelemahan atau kegagalan. Menyadari universalitas ini dapat menumbuhkan empati dan pemahaman, memungkinkan kita untuk lebih mendukung orang lain melalui saat-saat mereka sendirian atau terasing. Merangkul perasaan-perasaan ini sebagai bagian umum dari kehidupan dibandingkan emosi yang distigmatisasi dapat menghasilkan ketahanan dan kesadaran diri yang lebih besar bagi individu yang menjalani perjalanan pribadinya.