Lebih baik mempromosikan cinta, keadilan, dan kesetaraan daripada mempromosikan sesuatu yang menurut Anda didasarkan pada keyakinan agama Anda.
(It's just better to promote love and fairness and equality than it is to promote something you think is based on your religious beliefs.)
Kutipan ini memperjuangkan nilai-nilai cinta, keadilan, dan kesetaraan sebagai cita-cita universal yang melampaui sistem kepercayaan individu. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan dan sudut pandang yang didasarkan pada empati dan keadilan memiliki nilai sosial yang lebih besar dibandingkan tindakan dan sudut pandang yang hanya dibenarkan oleh keyakinan agama pribadi. Di dunia yang beragam dimana agama dan ideologi berbeda hidup berdampingan, mengedepankan cinta dan keadilan menciptakan landasan bersama di mana rasa saling menghormati dapat tumbuh subur. Penekanan pada kesetaraan juga mengingatkan kita bahwa perlakuan yang tidak memihak sangat penting untuk keharmonisan sosial.
Dengan menggambarkan cinta, keadilan, dan kesetaraan sebagai titik fokus promosi, kutipan tersebut mendorong inklusivitas dan pemahaman atas perpecahan dan dogma. Hal ini menyoroti potensi jebakan jika keyakinan seseorang digunakan sebagai pembenaran untuk mengecualikan atau meremehkan orang lain. Sebaliknya, dokumen ini menekankan bahwa memprioritaskan prinsip-prinsip kebaikan secara universal akan mendukung kesejahteraan kolektif, terlepas dari tradisi agama tertentu.
Perspektif ini menghormati pentingnya keyakinan agama namun menantang individu untuk mempertimbangkan dampak yang lebih luas dari mengedepankan nilai-nilai yang mengafirmasi secara universal dan bukan hanya bersifat partikularistik. Organisasi ini menganjurkan peralihan dari sudut pandang eksklusif atau sektarian ke arah menganut nilai-nilai kemanusiaan yang mengangkat dan menyatukan beragam komunitas. Pada akhirnya, pendekatan ini dapat menumbuhkan dunia di mana perbedaan diakui namun diselaraskan melalui rasa saling menghormati yang berakar pada cinta, keadilan, dan kesetaraan.