Tidaklah cukup hanya menertawakan nasib baik dan berkata, 'Sudah cukup.' Anda harus benar-benar bersungguh-sungguh -- bahwa Anda sudah merasa cukup. Dan karena Anda bersungguh-sungguh, Anda mengambil kelebihannya dan memberikannya. Demikian pula, ketika nasib buruk datang, Anda menanggungnya hingga menjadi tak tertahankan -- keluarga Anda kelaparan, atau Anda tidak dapat lagi melakukan pekerjaan Anda. Dan sekali lagi Anda berkata, 'Sudah cukup,' dan Anda mengubah sesuatu. Anda bergerak; Anda mengubah karier; Anda membiarkan pasangan Anda mengambil semua keputusan. Sesuatu. Anda tidak menanggung hal yang tidak dapat ditanggung.

Tidaklah cukup hanya menertawakan nasib baik dan berkata, 'Sudah cukup.' Anda harus benar-benar bersungguh-sungguh -- bahwa Anda sudah merasa cukup. Dan karena Anda bersungguh-sungguh, Anda mengambil kelebihannya dan memberikannya. Demikian pula, ketika nasib buruk datang, Anda menanggungnya hingga menjadi tak tertahankan -- keluarga Anda kelaparan, atau Anda tidak dapat lagi melakukan pekerjaan Anda. Dan sekali lagi Anda berkata, 'Sudah cukup,' dan Anda mengubah sesuatu. Anda bergerak; Anda mengubah karier; Anda membiarkan pasangan Anda mengambil semua keputusan. Sesuatu. Anda tidak menanggung hal yang tidak dapat ditanggung.


(It's not enough just to laugh at good fortune and say, 'Enough already.' You have to really mean it -- that you have enough. And because you mean it, you take the surplus and you give it away. Similarly, when bad fortune comes, you bear it until it becomes unbearable -- your family is hungry, or you can no longer function in your work. And then again you say, 'Enough already,' and you change something. You move; you change careers; you let your spouse make all the decisions. Something. You don't endure the unendurable.)

📖 Orson Scott Card

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Penulis

(0 Ulasan)

Kutipan tersebut menekankan pentingnya dengan tulus mengakui dan menghargai kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa mengakui nasib baik saja tidak cukup; seseorang harus benar-benar merasa puas dan bersedia berbagi kelebihan apa pun dengan orang lain. Tindakan memberi kembali ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang keseimbangan dan rasa syukur dalam hidup seseorang. Pola pikir seperti ini menumbuhkan rasa kebersamaan dan dukungan antar individu, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih penuh kasih sayang.

Di sisi lain, kutipan tersebut juga membahas bagaimana menangani kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kita harus menanggung kesulitan, ada saatnya ketika kita tidak bisa lagi menahan diri, dan perubahan diperlukan. Nasihat untuk mengubah keadaan seseorang—baik dengan pindah, berganti pekerjaan, atau menilai kembali hubungan—menyoroti pentingnya ketahanan dan kemampuan beradaptasi. Menerima perubahan dibandingkan penderitaan yang tidak perlu akan memberdayakan individu untuk mengambil kendali atas hidup mereka dan memastikan mereka tidak hanya menoleransi kesulitan.

Page views
311
Pembaruan
Oktober 29, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.