Emosi yang aku rasakan sekarang, inilah cinta, kan? Entahlah. Apakah itu sebuah kerinduan? Apakah kebahagiaan yang sangat bodoh dan memusingkan hanya karena kau bersamaku? Ya, katanya. Itu influenza, kata Miro. Perhatikan mual atau diare dalam beberapa jam.

Emosi yang aku rasakan sekarang, inilah cinta, kan? Entahlah. Apakah itu sebuah kerinduan? Apakah kebahagiaan yang sangat bodoh dan memusingkan hanya karena kau bersamaku? Ya, katanya. Itu influenza, kata Miro. Perhatikan mual atau diare dalam beberapa jam.


(This emotion I'm feeling now, this is love, right?I don't know. Is it a longing? Is it a giddy stupid happiness just because you're with me?Yes, she said.That's influenza, said Miro. Watch for nausea or diarrhea within a few hours.)

πŸ“– Orson Scott Card

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Penulis

πŸŽ‚ August 24, 1951
(0 Ulasan)

Sang protagonis bergulat dengan emosi yang intens, mempertanyakan sifat dari apa yang mereka rasakan. Mereka merenungkan apakah itu cinta sejati atau sekadar kebahagiaan sesaat yang muncul karena kehadiran seseorang yang spesial. Momen kontemplasi ini mengungkap kompleksitas emosi dan betapa seringnya emosi tersebut tidak dapat dibedakan, membuat karakter tidak yakin tentang perasaannya yang sebenarnya.

Namun, Miro menyela dengan bercanda, membandingkan perasaan ini dengan gejala influenza, menyoroti absurditas keadaan emosi mereka. Komentar ringan ini berfungsi untuk membedakan sifat cinta yang mendalam dengan pengalaman sehari-hari, menggambarkan bagaimana emosi terkadang terasa membebani, seperti halnya penyakit. Pertukaran antar karakter mengangkat tema cinta yang tidak dapat diprediksi dan kegembiraan yang dibawanya, meski menimbulkan pertanyaan tentang keasliannya.

Page views
540
Pembaruan
Oktober 27, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.