Ini bukan hanya imajinasi, tapi juga distorsi visi. Anda tiba-tiba berpikir, Orang ini idealis, orang ini kuat, orang ini punya impian, padahal Anda selalu lebih tahu. Anda menaruh apa yang ingin Anda lihat pada orang lain.

Ini bukan hanya imajinasi, tapi juga distorsi visi. Anda tiba-tiba berpikir, Orang ini idealis, orang ini kuat, orang ini punya impian, padahal Anda selalu lebih tahu. Anda menaruh apa yang ingin Anda lihat pada orang lain.


(It's not only imagination, it's the distortion of the vision. You suddenly think, This person is idealistic, this person is strong, this person has dreams, when you know better most of the time. You put what you want to see on people.)

📖 Olivier Martinez

🌍 Perancis  |  👨‍💼 Aktor

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti kecenderungan manusia untuk meromantisasi atau mengidealkan orang lain, sering kali memandang mereka melalui lensa yang diwarnai oleh keinginan dan persepsi kita, bukan kenyataan. Imajinasi kita secara alami berupaya untuk mengisi kesenjangan dan memahami dunia, namun proses ini terkadang dapat mengubah pemahaman kita terhadap individu di sekitar kita. Kita mungkin memproyeksikan sifat-sifat pada orang lain—seperti kekuatan, keberanian, atau idealisme—yang sejalan dengan keinginan atau harapan kita, alih-alih mengenali sifat sejati mereka. Distorsi ini berfungsi sebagai penghiburan sekaligus pengalih perhatian: hal ini membuat kita melihat orang lain sebagai sosok yang heroik atau sempurna, sehingga mengobarkan keyakinan dan aspirasi kita sendiri, namun hal ini juga dapat menyebabkan kesalahpahaman dan kekecewaan ketika kenyataan tidak sesuai dengan gambaran yang diproyeksikan. Mengenali kecenderungan ini penting untuk hubungan yang tulus dan kesadaran diri. Hal ini mendorong kita untuk memisahkan ilusi batin kita dari fakta dan menghargai orang lain apa adanya, bukan apa yang kita inginkan. Kutipan tersebut menggarisbawahi pentingnya berpikir kritis dan persepsi jujur, mengingatkan kita bahwa gambaran mental dan asumsi kita tentang orang lain mungkin lebih merupakan keinginan kita sendiri dibandingkan diri sejati mereka. Dengan melakukan hal ini, kita dapat memupuk hubungan yang lebih autentik dan bertumbuh dalam pemahaman, kerendahan hati, dan penerimaan—kualitas yang berharga dalam semua aspek kehidupan.

Page views
96
Pembaruan
Juli 20, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.