Persuasi moral dalam kurun waktu tertentu memang membawa perbedaan, namun kita tidak boleh naif jika berpikir bahwa hanya dengan mengangkatnya dalam sebuah pertemuan maka semua permasalahan tersebut akan hilang. Itu tidak akan terjadi dan tidak akan terjadi.
(Moral persuasion over a period of time makes a difference, but we shouldn't be naive to think that just because we raise it in a meeting it will make all those problems go away. It won't and it doesn't.)
Kutipan ini menekankan pentingnya pengaruh etika yang terus-menerus, mengakui bahwa perubahan sering kali terjadi secara bertahap dan memerlukan upaya yang berkelanjutan. Hal ini juga menyoroti perspektif yang realistis, mengingatkan kita bahwa menyampaikan keprihatinan atau prinsip dalam satu pertemuan saja tidak cukup untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks secara instan. Sebaliknya, kemajuan yang berarti sering kali memerlukan dialog yang berkelanjutan, kesabaran, dan tindakan praktis. Menyadari hal ini membantu menetapkan ekspektasi yang masuk akal dan mendorong komitmen yang mantap dibandingkan terlalu percaya diri dalam melakukan perbaikan cepat.