Musik adalah kehidupan, itu sebabnya jantung kita berdetak.
(Music is life, that's why our hearts have beats.)
Musik mempunyai tempat yang penting dalam pengalaman manusia; itu melampaui bahasa, budaya, dan waktu. Kutipan tersebut menekankan hubungan intrinsik antara musik dan kehidupan itu sendiri, menunjukkan bahwa tanpa musik, kehidupan tidak akan memiliki ritme dan jiwa yang esensial. Detak jantung kita merupakan ritme alami, menggemakan irama abadi yang terdapat dalam melodi dan perkusi yang mendefinisikan ekspresi musik. Analogi ini menyoroti bagaimana musik mencerminkan keberadaan kita - musik mencerminkan emosi, perjuangan, kegembiraan, dan harapan kita. Saat kita mendengarkan melodi yang membumbung tinggi atau harmoni yang menenangkan, kita sering kali merasakan pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita sendiri dan dunia di sekitar kita. Musik memiliki kekuatan untuk membangkitkan kenangan, memicu pelepasan emosi, dan menyatukan beragam kelompok melalui pengalaman bersama. Hal ini hadir dalam setiap budaya dan setiap momen, mulai dari lagu pengantar tidur yang dinyanyikan untuk anak-anak hingga lagu kebangsaan yang dinyanyikan dengan penuh semangat pada saat perayaan atau protes. Irama kehidupan kita, jantung kita yang berdebar-debar karena antusias atau berdebar-debar saat menghadapi kesulitan, bergema dengan irama yang menyusun musik, menciptakan ikatan yang tak terpisahkan. Dampak musik dapat bersifat transformatif, menawarkan kenyamanan dalam kesedihan dan kegembiraan dalam kegembiraan, berfungsi sebagai tempat perlindungan dan katalisator. Menyadari hubungan mendalam ini mendorong kita untuk menganggap musik lebih dari sekadar hiburan namun sebagai komponen penting dalam keberadaan kita yang menjaga semangat kita tetap hidup dan terhubung. Intinya, kutipan tersebut dengan indah menangkap bagaimana musik menopang ritme internal kita dan menyelaraskannya dengan ekspresi luar kehidupan, menjadikan setiap detak jantung sebagai bukti simfoni kehidupan manusia.