Putri saya suka melakukan hal-hal seni. Sebagai seorang ayah, saya suka bermain dengannya. Kami mengeluarkan kertas besar, glitter, dan sebagainya. Dia suka melakukan apa yang dia suka lakukan. Aku juga ingin melakukan sesuatu. Jadi saya mulai menggunakan bahan yang sama - banyak krayon, banyak kilau, arang, pensil, spidol, dan lem.

Putri saya suka melakukan hal-hal seni. Sebagai seorang ayah, saya suka bermain dengannya. Kami mengeluarkan kertas besar, glitter, dan sebagainya. Dia suka melakukan apa yang dia suka lakukan. Aku juga ingin melakukan sesuatu. Jadi saya mulai menggunakan bahan yang sama - banyak krayon, banyak kilau, arang, pensil, spidol, dan lem.


(My daughter loves to do art stuff. As a father, I like to play with her. We break out the big pads of paper and the glitter and all the stuff. She likes to do what she likes to do. I want to do something, too. So I've just started using her same materials - a lot of crayons, a lot of sparkle, charcoal, pencils, markers and glue.)

(0 Ulasan)

Kutipan ini dengan indah menyoroti ikatan antara orang tua dan anak melalui tindakan kreativitas bersama. Terlibat dalam kegiatan seni bersama tidak hanya memupuk hubungan dan pemahaman yang lebih dalam tetapi juga mendorong ekspresi diri dan kepercayaan diri. Kesediaan sang ayah untuk berpartisipasi menggunakan perlengkapan seni yang sama dengan putrinya menunjukkan upaya bermakna untuk terhubung pada levelnya, menciptakan ruang yang penuh dengan kegembiraan, imajinasi, dan saling menghargai. Hal ini menekankan bahwa bermain bukan hanya permainan anak-anak saja; ini adalah bagian penting dari kehidupan yang menjembatani kesenjangan generasi dan mendorong pembelajaran. Penggunaan bahan-bahan sederhana seperti krayon, glitter, arang, dan spidol berfungsi sebagai pengingat bahwa kreativitas tidak memerlukan alat yang mewah atau mahal—tetapi kreativitas adalah tentang tindakan penciptaan itu sendiri. Kegiatan seni bersama tersebut dapat meningkatkan keterampilan motorik halus, menginspirasi inovasi, dan menyediakan lingkungan untuk komunikasi terbuka. Selain kenikmatan sesaat, momen-momen tersebut dapat membangun kenangan abadi, menanamkan nilai-nilai rasa ingin tahu, kesabaran, dan pentingnya mengekspresikan diri secara bebas. Hal ini juga menggambarkan pentingnya pola asuh yang mendorong kemandirian sekaligus berpartisipasi aktif dalam kepentingan anak. Secara keseluruhan, kutipan ini berbicara tentang pengalaman universal dalam menemukan kegembiraan dan koneksi melalui upaya kreatif, menyoroti bagaimana momen-momen ini mengajar, memelihara, dan menginspirasi baik tua maupun muda.

Page views
116
Pembaruan
Juni 29, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.