Ayah saya adalah seorang ilmuwan peneliti di bidang pengobatan tropis, jadi saya selalu berasumsi bahwa saya akan menjadi seorang ilmuwan juga. Saya merasa ilmu kedokteran terlalu kabur dan tidak tepat, jadi saya memilih fisika.
(My father was a research scientist in tropical medicine, so I always assumed I would be a scientist, too. I felt that medicine was too vague and inexact, so I chose physics.)
Kutipan ini menyoroti bagaimana pengaruh dan persepsi keluarga membentuk pilihan karier. Persepsi pembicara tentang kedokteran sebagai sesuatu yang samar-samar mengarahkan mereka untuk mendalami ilmu fisika, menekankan pentingnya kejelasan dan ketepatan dalam penelitian ilmiah. Hal ini mencerminkan bagaimana bias dan pengalaman pribadi dapat mengarahkan jalan seseorang, menggambarkan nilai pemahaman disiplin ilmu yang berbeda dan beragam motivasi di balik memilih bidang tertentu.