Pesan saya kepada komunitas tunarungu saya adalah kita bisa mendefinisikan ulang apapun sesuka kita. Segala sesuatu dapat didefinisikan ulang hanya jika kita percaya dan bekerja keras untuk mewujudkannya.
(My message to my deaf community is that we can redefine anything however we want. Anything is re-definable only if we believe and work hard for it.)
Kutipan ini menekankan pemberdayaan dan pentingnya kepercayaan diri dalam komunitas tunarungu. Hal ini mendorong individu untuk menantang definisi dan stereotip masyarakat, dengan menyatakan bahwa perubahan dan penerimaan diri dapat dicapai melalui tekad dan ketekunan. Pesan ini mendorong pola pikir ketahanan, menginspirasi anggota untuk mengendalikan narasi mereka dan mendefinisikan kembali identitas mereka sesuai dengan istilah mereka sendiri. Perspektif seperti ini menumbuhkan kepercayaan diri, mendorong inklusi, dan menyoroti potensi tak terbatas dari mereka yang menolak dibatasi oleh label atau batasan eksternal.