Orang tuaku bilang, 'Seluncur es adalah sebuah hak istimewa, bukan hak, dan sekolah selalu diutamakan.'
(My parents told me, 'Skating is a privilege, not a right, and school always comes first.')
Kutipan ini menekankan pentingnya menghargai peluang dan memahami tanggung jawab. Hal ini mencerminkan perspektif bahwa hak istimewa, seperti skating, harus diapresiasi dengan rendah hati, meskipun mengakui bahwa hal tersebut tidak dijamin. Penekanan pada pendidikan menyoroti prioritas yang dapat menentukan keberhasilan masa depan. Menyeimbangkan hasrat dengan tanggung jawab merupakan tantangan umum, dan pengingat ini mendorong dedikasi yang disiplin sambil menghargai peluang yang diberikan. Ini menginspirasi perjuangan untuk mencapai keunggulan tanpa hak, memupuk rasa syukur dan fokus.