Seseorang terus mencari kemudahan, dia tidak mengatakannya, dan tidak menemukannya, sampai kenangan tanpa rasa sakit tampak hanya seperti lamunan.
(One keeps searching for ease, she did not say, and not finding it, till the memories of no-pain seem only like daydreams.)
Dalam "The Outlaws of Sherwood" oleh Robin McKinley, tokoh protagonis merefleksikan pencarian kenyamanan dalam hidup. Ia mengungkapkan sebuah sentimen yang dapat dipahami oleh banyak orang: pencarian terus-menerus akan rasa nyaman, yang sering kali masih sulit dipahami. Perjuangan ini dapat menimbulkan rasa kekecewaan, karena ingatan akan keberadaan yang bebas rasa sakit semakin menjauh, hampir seperti mimpi. Ini menyoroti kompleksitas emosi manusia dan kerinduan akan masa-masa yang lebih sederhana.
Kutipan ini menggarisbawahi kontras yang mencolok antara pengalaman bahagia di masa lalu dan kenyataan hidup saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa para karakter terjebak dalam siklus kerinduan akan apa yang terasa hilang, yang menambah kedalaman perjalanan mereka. Tema mencari bantuan bergema di sepanjang narasi, menampilkan gejolak batin yang dihadapi individu saat mereka menjalani perjuangan dan kenangan mereka.