Paradigma itu seperti kacamata. Ketika Anda memiliki paradigma yang tidak lengkap tentang diri Anda atau kehidupan secara umum, itu seperti memakai kacamata dengan resep yang salah. Lensa itu memengaruhi cara Anda melihat segala sesuatu lainnya.
(Paradigms are like glasses. When you have incomplete paradigms about yourself or life in general, it's like wearing glasses with the wrong prescription. That lens affects how you see everything else.)
Pola pikir dan keyakinan kita, seperti halnya lensa kacamata, membentuk persepsi kita tentang realitas. Jika paradigma-paradigma ini cacat atau tidak lengkap, maka paradigma-paradigma ini akan memutarbalikkan pandangan kita, sehingga menyebabkan kita salah memahami diri sendiri dan dunia di sekitar kita. Mengenali dan menilai kembali keyakinan mendasar ini sangat penting untuk pertumbuhan dan kejelasan pribadi. Menyesuaikan paradigma memungkinkan kita melihat kehidupan dengan lebih jelas dan membuat keputusan yang lebih baik, seperti mengganti lensa dengan resep yang lebih baik. Metafora ini menyoroti pentingnya kesadaran diri dan penyempurnaan terus-menerus terhadap pandangan dunia kita untuk memastikan persepsi kita akurat dan kondusif bagi perubahan positif.