Orang-orang lebih takut pada kematian daripada rasa sakit. Aneh kalau mereka takut mati. Hidup lebih menyakitkan daripada kematian. Pada titik kematian, rasa sakitnya sudah hilang. Ya, menurutku itu adalah teman.

Orang-orang lebih takut pada kematian daripada rasa sakit. Aneh kalau mereka takut mati. Hidup lebih menyakitkan daripada kematian. Pada titik kematian, rasa sakitnya sudah hilang. Ya, menurutku itu adalah teman.


(People fear death even more than pain. It's strange that they fear death. Life hurts a lot more than death. At the point of death, the pain is over. Yeah, I guess it is a friend.)

📖 Jim Morrison

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Penyanyi

🎂 December 8, 1943  –  ⚰️ July 3, 1971
(0 Ulasan)

Kutipan ini merangkum perspektif mendalam tentang kehidupan dan kematian, menekankan ketakutan yang seringkali tidak masuk akal yang dimiliki orang terhadap kematian meskipun kematian tidak dapat dihindari. Gagasan bahwa kematian dapat dilihat sebagai pelepasan atau akhir dari penderitaan adalah sebuah sentimen yang kuat. Sepanjang keberadaan manusia, ketakutan akan kematian telah menjadi tema universal, yang mendorong keyakinan budaya, ritual, dan kecemasan pribadi. Namun, Morrison menantang naluri kita dengan menyatakan bahwa hidup bisa lebih menyakitkan daripada mati, menyoroti perjuangan yang terus-menerus, rasa sakit emosional, dan kekacauan yang dihadapi selama hidup. Kesulitan hidup—baik itu rasa sakit fisik, tekanan emosional, atau kecemasan eksistensial—sering kali menutupi ketenangan yang mungkin ditimbulkan oleh kematian setelah perjuangan hidup dijalani atau diterima. Kematian, dalam hal ini, bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan mungkin suatu bentuk pembebasan atau bahkan persahabatan—berhentinya penderitaan dan awal dari suatu keadaan di luar pengalaman manusia. Perspektif Morrison mengajak kita untuk mempertimbangkan kembali persepsi kita tentang kematian sebagai musuh dan memandangnya lebih sebagai kesimpulan alami terhadap tantangan hidup. Hal ini mendorong penerimaan dan pemahaman bahwa kehidupan, terlepas dari keindahan dan maknanya, juga mengandung penderitaan yang hebat, dan mungkin kematian yang berakhir dengan tenang bukanlah sesuatu yang perlu disesali, melainkan dianggap sebagai pelepasan yang damai. Refleksi ini mendorong kita untuk merenungkan ketakutan kita sendiri dan kemungkinan kenyamanan yang mungkin ditemukan dalam menerima kematian sebagai bagian integral dari keberadaan.

Page views
121
Pembaruan
Juni 22, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.