Orang-orang menginginkan baterai yang lebih baik tetapi mereka enggan melakukan investasi. Yang dibutuhkan adalah dorongan teknologi dan daya tarik pasar.
(People would like better batteries but they are wary of making investments. What is required is both a technology push and a market pull.)
Kutipan ini menyoroti dinamika kompleks yang melekat dalam inovasi teknologi, khususnya dalam bidang pengembangan baterai. Hal ini menyoroti sebuah paradoks umum: meskipun ada keinginan yang jelas untuk solusi penyimpanan energi yang lebih baik dan efisien, proses penerapannya terhambat oleh keengganan risiko finansial dan ketidakpastian. Konsumen dan investor sering kali ragu untuk mendanai teknologi baru sampai keunggulannya terbukti dan permintaan pasar tidak ada. Hal ini menciptakan masalah ayam-dan-telur di mana kemajuan teknologi memerlukan investasi untuk berkembang, namun kurangnya penerimaan pasar secara langsung menghambat investasi tersebut. Untuk mengatasi kebuntuan ini, diperlukan pendekatan kolaboratif—pendekatan yang menggabungkan 'dorongan teknologi', yang berarti penelitian, pengembangan, dan inovasi proaktif, dengan 'tarikan pasar', yang melibatkan penciptaan permintaan dan menunjukkan nilai kepada calon pengguna dan investor. Pemerintah, pemangku kepentingan industri, dan perusahaan rintisan harus bekerja sama untuk menstimulasi sisi penawaran dan permintaan. Misalnya, subsidi, insentif peraturan, atau proyek percontohan dapat berfungsi sebagai katalis awal, yang menunjukkan kelayakan dan manfaat teknologi baterai canggih. Pada akhirnya, menjembatani kesenjangan antara potensi teknologi dan penerimaan pasar sangatlah penting untuk memungkinkan terjadinya terobosan yang dapat mendorong sistem energi berkelanjutan, mengurangi jejak karbon, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Menyadari pentingnya menggabungkan inovasi teknologi dengan pengembangan pasar strategis adalah kunci untuk menerjemahkan kemajuan ilmu pengetahuan menjadi manfaat sosial yang luas.