Pick-a-lock, Pick-a-lock, kamu akan menyesali hari itu,Saat kamu mengambil pencuri tikus dan mengurungnya,Kucing konyol, lihat itu, dua lawan satu,Pencuri dan pejuang, saat fajar akan hilang.
(Pick-a-lock, Pick-a-lock, you'll regret the day,When you took a mouse thief and locked him away,Silly cat, look at that, it's two for one,A thief and a warrior, by dawn will be gone.)
Dalam kutipan dari "Mossflower" karya Brian Jacques, nada main-main dan nakal menentukan panggung untuk cerita yang cerdas. Garis-garis tersebut menggambarkan seekor kucing yang secara keliru percaya bahwa ia telah berhasil menangkap seekor tikus, hanya untuk menyadari kebodohan tindakannya. Kepercayaan diri kucing dikontraskan dengan kepintaran tikus, yang mengisyaratkan hasil tak terduga dari pertemuan mereka.
Penyebutan "pencuri dan pejuang" menunjukkan bahwa tikus tidak hanya licik tetapi juga memiliki semangat ketangguhan dan keberanian. Gambaran ini menyiratkan narasi yang lebih dalam tentang pertarungan antara predator dan mangsa, di mana ketekunan dan kelicikan dapat membalikkan keadaan. Melalui syair unik ini, Jacques mengajak pembaca untuk mengapresiasi kompleksitas dunia hewan serta pelajaran kecerdasan dan keberanian.