Perlahan, dengan menyakitkan, aku melepaskannya. Rasanya seperti mencungkil jari saya sendiri dari tepi tebing. Dan itu juga menyakitkan—terutama bagian yang terjatuh, dan aku tidak yakin apa yang ada di bawahnya. Tapi aku tahu. adalah apa yang ada di bawah. Saya sudah ada di sana.
(Slowly, painfully, I let go. It was like prying my own fingers off the edge of the cliff. And that hurt too-particularly the falling part, and not being sure what was at the bottom.But I did know. was what was at the bottom. I was already there.)
Bagian ini mengungkapkan pergulatan emosional yang mendalam saat narator bergulat dengan proses melepaskan. Tindakan ini diibaratkan seperti sulitnya mencungkil jari dari tepi tebing, menonjolkan rasa sakit dan ketakutan yang terkait dengan penyerahan diri terhadap perubahan. Ketakutan akan hal yang tidak diketahui dan risiko yang ada dalam mengambil lompatan tersebut digambarkan dengan jelas, membuat pembaca sangat sadar akan konflik internal yang dihadapi narator.
Meskipun ada keraguan seputar tindakan melepaskan, narator akhirnya menyadari bahwa mereka sudah mengetahui hasilnya. Pengakuan ini memberikan kejelasan, menunjukkan bahwa apa yang ada di dasar tidak sepenuhnya asing, melainkan penerimaan terhadap keadaan mereka saat ini. Film ini menangkap momen kesadaran diri dan ketahanan yang kuat di tengah perjuangan menghadapi perubahan dan dampak emosional yang menyertainya.