Premis dasar dari 'A Course in Miracles' adalah mengajarkan kita untuk melepaskan pikiran berdasarkan rasa takut dan menerima pikiran berdasarkan cinta.

Premis dasar dari 'A Course in Miracles' adalah mengajarkan kita untuk melepaskan pikiran berdasarkan rasa takut dan menerima pikiran berdasarkan cinta.


(The basic premise of 'A Course in Miracles' is that it teaches us to relinquish thoughts based on fear and to accept instead thoughts based on love.)

📖 Marianne Williamson

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Pengarang

(0 Ulasan)

Kutipan ini merangkum prinsip spiritual yang mendalam: pikiran kita memiliki kekuatan yang sangat besar dalam membentuk pengalaman kita akan realitas. Seringkali, manusia dilandasi oleh rasa takut—takut akan kehilangan, penolakan, kegagalan, atau hal yang tidak diketahui—yang membawa kita pada perilaku yang memperkuat keterpisahan dan kecemasan. 'A Course in Miracles' menekankan pentingnya memilih cinta secara sadar daripada rasa takut, menyadari bahwa cinta adalah sifat sejati kita dan landasan perdamaian. Ketika kita melepaskan pikiran-pikiran yang didasari rasa takut, yang mungkin mencakup penilaian, keraguan, dan kekhawatiran, kita menciptakan ruang bagi cinta untuk berkembang dalam diri kita. Pergeseran perspektif ini dapat bersifat transformatif, memungkinkan kita menjalani kehidupan dengan kasih sayang, kesabaran, dan pengertian. Daripada bereaksi dengan sikap defensif atau permusuhan, kita bisa menanggapinya dengan empati dan kerendahan hati. Kursus ini menunjukkan bahwa cinta adalah energi ilahi yang dapat diakses oleh semua orang, dan bahwa pengampunan—baik diri kita sendiri maupun orang lain—adalah alat utama dalam melepaskan rasa takut. Praktisnya, hal ini melibatkan perhatian dan kesengajaan dalam pikiran dan tindakan kita, menumbuhkan lingkungan batin di mana cinta dapat menggantikan bayang-bayang rasa takut. Pola pikir seperti itu tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pribadi kita tetapi juga berdampak pada hubungan kita dan kesadaran kolektif. Menganut prinsip ini dapat membawa pada kehidupan yang lebih harmonis, ketika kita belajar untuk melihat melampaui ilusi keterpisahan dan mengenali keterhubungan kita melalui cinta. Pada akhirnya, kutipan ini mengingatkan kita bahwa pilihan antara rasa takut dan cinta adalah komitmen berkelanjutan, dan memilih cinta adalah jalan menuju kedamaian batin dan kepuasan spiritual.

Page views
963
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.